Wednesday, November 24, 2021

Teks Lomba Pidato HUT PGRI ke-76

 Asaalamamualaikum wrb, Syalom, dan Salam Sejahtera

Yang saya hormati Bapak/Ibu Dewan Juri

Yang saya hormati Bapak/Ibu Panitia Lomba HUT PGRI

Serta Bapak/Ibu Guru yang saya cintai dan banggakan

Marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul dalam acara Lomba Pidato dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-76 Tingkat Kecamatan tahun 2021. Bapak/Ibu Guru, dewan juri, serta hadirin yang saya hormati,

Perkenankan saya Angelina Meni, Asal Sekolah SMP Satu Atap Negeri Ekafalo menyapaikan dengan Tema “Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.” Bapak/Ibu Guru serta dewan juri yang saya hormati, Seperti pada perkenalan awal tadi, saya adalah Angelina Meni. Umur saya 15 tahun. Saya dikategorikan sebagai remaja. Mengapa saya menyebutnya demikian? Karena, menurut WHO yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), rentang usia remaja adalah 10 sampai 24 tahun serta belum menikah. Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Maka jika dilihat dari segi umur, dapat disimpulkan bahwa saya dan teman-teman yang sementara duduk di bangku SMP termasuk dalam kategori remaja. Namun, jika dikategorikan berdasarkan tahun kelahiran maka dari setiap dekade ke dekade mengalami perubahan generasi. 15 tahun yang lalu yang siswa/siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama merupakan generasi milenial. Generasi yang lahir di antara tahun 1981 sampai dengan tahun 1994. Untuk lebih memperjelas pemahaman kita bersama, saya akan memaparkan mengenai 6 kelompok generasi berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall. Adapun pembagian 6 kelompok generasi tersebut adalah Generasi Tradisionalis (1922-1945), Generasi Baby Boomers (1946-1964), Generasi X (1965-1980), Generasi Milenial (1981-1994), Generasi Z (1995-2010), dan Generasi Alpha (2010-2025). Setiap generasi memiliki karakteristik tersendiri. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh lingkungan yang dihadapi semasa hidup. Tak ayal, setiap generasi akhirnya memiliki perbedaan tabiat yang turut menghadirkan pola adaptasi dan pendekatan yang juga berbeda.

Bapak/Ibu Guru, hadirin, serta Dewan Juri yang saya cintai, Berdasarkan pengelompokan di atas, kami termasuk dalam kelompok generasi Z. Satu hal yang menonjol, Gen Z mampu memanfaatkan perubahan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan. Teknologi kami gunakan sama alaminya layaknya kami bernafas. Generasi Z terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Misalnya membaca, berbicara, menonton, dan mendengarkan musik secara bersamaan. Hal ini karena mereka menginginkan segala sesuatu serba cepat, tidak bertele-tele dan berbelit-belit, cenderung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, cenderung egosentris dan individualis, cenderung ingin serba instan, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses.

Sedangkan Bapak/Ibu Guru yang mengajarkan dan mendidik kami berasal dari beberapa generasi berbeda mulai dari generasi Baby Boomers, Generasi X, dan generasi Milenial. Sehingga dari segi penguasaan teknologi masih di bawah rata-rata.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021 yang mengungkapkan bahwa 60 persen guru di tanah air masih memiliki kemampuan terbatas dalam menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tentu saja angka tersebut belum memenuhi kebutuhan akan pembelajaran berbasis teknologi bagi generasi kami.

Kami adalah generasi Z disebut juga sebagai i-Generation atau generasi internet. Generasi Z selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada. Kami memiliki kemampuan multitasking sehingga mereka bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kami merasakan kesenangan melalui permainan digital melalui games online, atau permainan dari gadget mereka lainnya. Kami juga memiliki beberapa media sosial dengan koneksi tanpa batas yang dapat menyalurkan bakat ataupun kreatifitas kami. Bapak/Ibu Guru serta dewan juri yang kami banggakan, Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Di samping kelebihan-kelebihan yang kami miliki ada pula kekurangannya. Generasi kami bersikap egosentris dan individualis. Kami menginginkan hal-hal yang instan, kurang menghargai proses, suka mengubar privasi, cepat marah dan tidak sabaran. Kami juga menjelajah terlalu jauh ke dalam dunia teknologi ini. Kami tersesat di dunia internet yang tak ada batasnya. Disebut apapun generasi kami, atau generasi –generasi yang akan datang, kami hanyalah remaja yang masih labil. Masih berproses menuju kedewasaan. Secanggih apapun teknologi yang kami kuasai, kami tak mampu berjalan sendirian.Teknologi tak mampu mengalahkan Bapak dan Ibu Guru. Bapak dan Ibu guru tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan namun mendidik dengan hati. Bapak/Ibu Guru merupakan promotor pembelajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, teruslah berjuang dan beradaptasi di era modern ini. Bimbinglah kami sepenuh hati. Kami mungkin terkadang bosan dengan ceramah-ceramah yang panjang di depan kelas. Kami mungkin tidak sama seperti generasi-generasi sebelumnya. Kami berusaha untuk mengatur jalan kami sendiri.

Akan tetapi, kami masih membutuhkan bimbingan dan tuntunan Bapak/Ibu Guru berjalan di samping bersama kami untuk membuat keputusan yang baik demi kemajuan negeri kita. Indonesia Tangguh! Indonesia Tumbuh! Bapak/Ibu Guru, Bapak/Ibu Dewan juri, serta hadirin yang saya banggakan, sekian pidato saya. Terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada saya. Jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Saya masih seorang pelajar yang membutuhkan bimbingan dari Bapak/Ibu Guru. Sekian, wasallammualaikum wrb, syalom, salam sejahtera, dan terima kasih.

Lampiran

Daftar Pustaka

https://edukasi.okezone.com/read/2019/02/24/65/2022109/6-generasi-manusia-anda-masuk-kelompok-mana?page=2

https://puslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/produk/artikel/detail/3133/gen-z-dominan-apa-maknanya-bagi-pendidikan-kita

https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/12/03/pj60ej335-kemendikbud-hanya-40-persen-guru-siap-dengan-teknologi

https://www.liputan6.com/news/read/4533328/kemendikbud-sebut-60-persen-guru-masih-terbatas-menguasai-teknologi-informasi https://www.antaranews.com/berita/2372646/penyebab-learning-loss-dan-kiat-menyiasatinya

https://www.popmama.com/life/health/putri-syifa-nurfadilah/nadiem-khawatir-anak-anak-mengalami-learning-loss-karena-pjj/2

https://kitamenulis.id/2020/09/23/metode-dan-teknik-pembelajaran-inovatif/

https://kumparan.com/nia-firdayanti1528078126092/guru-pembelajar-sepanjang-hayat/2

https://bungonews.net/2020/12/01/profesionalisme-guru-dan-belajar-sepanjang-hayat/

No comments:

Post a Comment

Persiapan USBN SMP SATU ATAP Negeri Ekafalo

 Dalam rangka mempersiapkan USBN yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 19 sampai dengan 23 April 2022, Guru, Pegawai, dan Siswa-siswi me...